Custom Search

Minggu, 03 Juni 2012

MAJA



Deskripsi
Kandungan Daging buah maja halus, kuning atau oranye, harum sekali dan enak rasanya. Bagian yang dapat dimakan (daging buahnya) sebanyak 56-77% dari keseluruhan buah; untuk setiap 100 gram berisi: 61,5 g air, 1,8 g protein, 0,39 g lemak, 31,8 g karbohidrat, 1,7 g abu, 55 mg karotena, 0,13 mg tiamin, 1,19 mg riboflavin, 1,1 mg niasin, dan 8 mg vitamin C. Buah maja mengandung banyak tanin (kulit buahnya mencapai 20% tanin). Marmelosina (C13H12O3), rninyak yang miadah rnenguap, limonena, alkaloid, kumarin dan steroid juga dijumpai pada berbagai bagian dari pohon maja ini. Botani Pohon maja berukuran kecil dan mudah luruh daunnya, tingginya 10-15 m, pangkal barangnya berdiameter 25-50 cm. Cabang-cabang tuanya berduri; durinya tunggal atau berpasangan, panjangnya 1-2 cm. Daunnya berseling, beranak daun tiga-tiga; tangkai daunnya 2-4 cm panjangnya, tangkai daun lateral mencapai 3 mm, tangkai daun terminal sampai 15 mm; anak daun lateral bundar telur (ovate) sampai Prong (elliptic), mencapai 7 cm x 4,2 cm, anak daun terminal bundar telur sungsang (obovate) mencapai ukuran 7,5 cm x 4,8 cm, berbintik bintik kelenjar kecil-kecil tetapi rapat. Perbungaannya berbentuk tandan di ketiak, panjangnya 4-5 cm, bunga-bunganya bergerombol dengan kelopaknya bersegi tiga melebar, panjangnya 1,5 mm; daun mahkotanya lonjong-bundar telur sungsang, 14 mm x 8 mm, kehijau-hijauan sampai putih; benang sarinya 35-45 lembar, putih, tangkai sarinya 4-7 mm panjangnya; bakal buahnya 8 mm x 4 mm, tangkainya sangat pendek. Buahnya berupa buah buni yang agak bulat, diameternya 5-12,5 cm, seringkali bertempurung mengayu yang keras, bersegmen 8-i6(-20), berbiji 6-10 butir, berada di dalam daging buah yang jernih, lengket dan dapat dimakan. Bijinya terbungkus oleh bulu-bulu seperti wol, berada di dalam kantung yang berlendir lengket, yang akan mengeras jika dikeringkan, kulit bijinya putih.
Manfaat
Buah maja yang matang dapat dimakan langsung atau dibuat serbat, sirop, 'marmalade' dan nektar buah. Lendir yang ada di sekitar biji pada buah mentah dapat digunakan sebagai perekat untuk keperluan rumah tangga. Ekstrak daun dan buah mudanya di Jawa digunakan sebagai ganja tiruan. Di Jawa, buah yang hampir matang diiris-iris, dikeringkan dan digunakan sebagai obat disentri kronis, diare, dan sembelit. Ekstrak buah matang juga digunakan untuk obat bengkak dubur. Kulit buah mentah dapat digunakan sebagai cat kuning dan sebagai agen tanin. Di Indo-Cina, kulit batang dan daun maja digunakan sebagai obat demam yang hilang-timbul, tetapi di Sulawesi, kulit batang ini digunakan untuk meracun ikan. Di Jawa, daun muda maja digunakan sebagai lalap, walaupun konon daun muda ini dapat menyebabkan keguguran dan kemandulan pada wanita; dicampur dengan daun sirih dan kapur, daun maja dapat digosok gosokkan ke kulit yang gatal, dan digunakan sebagai tapel untuk luka. Di Madura, cairan daun maja digunakan sebagai obat penyakit mulut dan kuku pa.da ternak. Akar maja digunakan sebagai obat penenang debaran jantung, gangguan pencernaan, dan bengkak lambung. Kayu maja cocok untuk membuat perkakas kecil-kecilan, seperti gagang keris.
Syarat Tumbuh
Maja adalah pohon yang bandel, tetapi mudah luruh daunnya, berasal dari daerah subtropik. Tanaman ini tumbuh dalam kondisi lingkungan yang keras, seperti suhu yang ekstrem, misalnya dari 49°C pada musim keinarau sampai -7°C pada musim dingin di Punjab (India), pada ketinggian tempat mencapai 1.200 m dpl. Di Asia Tenggara, maja hanya 'dapat berbunga dan berbuah dengan baik jika ada musim kering yang kentara, dan tidak biasa dijumpai di atas 500 m dpl. Pohon maja tumbuh di lahan berawa, juga di tanah yang kering, dan toleran terhadap alkalinitas.
Pedoman Budidaya
Maja umumnya diperbanyak dengan benih; semainya ditanam di lapangan setelah berumur 1 tahun, dengan jarak tanam 6-9 m. Tanaman ini dapat juga diperbanyak secara vegetatif dengan tunas akar (root suckers), atau dengan pertunasan (budding), juga dienten pada semai jenis Aegle lain dan pada Swinglea glutinora (Blanco) Merr. Tanaman ini yang diperbanyak secara vegetatif akan berbuah setelah berumur 5 tahun, dan dapat berbuah lebat sampai berumur 15 tahun. Buahnya akan matang pada musim kering setelah sebagian besar daunnya rontok dalam mengantisipasi munculnya bunga pada musim berikutnya.
Pemeliharaan
--
Hama dan Penyakit
Tak ada laporan mengenai hama dan penyakit yang berbahaya
Panen dan Pasca Panen
Buah maja dipanen satu-satu dan jangan dibiarkan sampai jatuh. Hasil per pohon 200-400 butir buah. Buah-buah itu dimasukkan ke dalam keranjang, kantung goni, atau kotak kayu. Bijinya yang pecah mudah terserang jamur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar