Custom Search

Jumat, 20 Juli 2012

Bit (Beta vulgaris L.)


Deskripsi
Bit (Beta vulgaris L.) yang termasuk dalam famili Chenopodiaceae merupakan tanaman semusim yang berbentuk rumput. Batangnya sangat pendek sehingga hampir tidak kelihatan. Bagian tanaman yang dimakan adalah umbi yang bentuknya bulat hampir menyerupai gasing. Umbi ini merupakan hasil perubahan bentuk dari akar tunggang. Ujung umbinya masih terdapat akar.
Manfaat
Bit rasanya enak, agak manis, agak renyah, dan merupakan sumber vitamin B, vitamin C, dan sedikit vitamin A.
Syarat Tumbuh
Bit hanya dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi yang ketinggiannya lebih dari 1.000 m dpl. Akan tetapi, jenis bit putih dapat ditanam pada daerah dengan ketinggian 500 m dpl. Walaupun dapat juga tumbuh di dataran rendah, namun bit tidak mampu membentuk umbi. Tanah yang dikehendaki untuk pertumbuhannya adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, dan lembap. Tanah-tanah alluvial merupakan tanah yang cocok untuk pertumbuhannya dengan derajat keasaman atau pH antara 6-7.
Pedoman Budidaya
BENIH Benih bit sudah dapat diusahakan di Indonesia sehingga benihnya sudah dapat dibeli di toko benih tanaman sayur-sayuran. Benih yang akan diusahakan sebaiknya berdaya tumbuh 80-90% dan bebas hama penyakit. PEMILIHAN LAHAN DAN PENGOLAHAN TANAH Oleh karena tanaman ini hanya dapat tumbuh baik dan berproduksi pada daerah tertentu, maka pemilihan lahan mutlak harus dilakukan. Lokasi yang akan digunakan sudah tentu harus memenuhi persyaratan tumbuh sayuran bit. Dan, sebaiknya sarana transportasi harus tersedia. Tanah yang akan ditanami dicangkul atau dibajak, kemudian diberi pupuk kandang yang telah jadi sebanyak 15 ton/ha. Selanjutnya tanah dihaluskan, diratakan, dan dibuatkan bedengan. Di atas bedengan dibuatkan alur-alur yang dangkal dengan cangkul yang dimiringkan. Jarak antar alur 20 cm. PENANAMAN Bit diperbanyak dengan biji dan dapat langsung ditanam (disebar) tanpa melalui persemaian terlebih dahulu. Biji-biji ditaburkan dengan hati-hati ke dalam alur-alur yang telah dibuat, kemudian ditutup tipis dengan tanah. Lahan seluas 1 ha membutuhkan benih/biji sebanyak 8 kg. Biji yang ditanam akan tumbuh kira-kira 6 hari kemudian.
Pemeliharaan
PEMELIHARAAN PENYIRAMAN Pada saat tanaman baru ditanam, penyiraman dilakukan setiap hari (pagi atau sore) dengan gembor yang lubangnya halus supaya tidak merusak pertanaman. PENJARANGAN Setelah tanaman berumur 3 atau 4 minggu dari waktu menyebar, tanaman perlu diperjarang dengan hanya memilih tanaman yang bagus pertumbuhannya saja. Setelah penjarangan selesai, diusahakan agar jarak antartanaman menjadi sekitar 15 - 20 cm. Jika ada biji yang tumbuhnya menjadi 2 atau 3 tunas, harus disisakan satu tunas yang tumbuhnya baik. PENDANGIRAN DAN PENYIANGAN Sambil menjarangkan tanaman, kegiatan pendangiran juga dapat dilakukan. Di samping itu, dapat juga dilakukan penyiangan dengan cara mencabut rumput liar atau gulma yang tumbuh. Pendangiran atau penggemburan dilakukan dengan hati-hati jangan sampai menyentuh perakaran tanaman. Selanjutnya kegiatan ini dilakukan 2 minggu sekali. PEMUPUKAN Agar diperoleh hasil yang memuaskan, maka tanaman sebaiknya diberi pupuk buatan berupa ZA, DS dan ZK dengan perbandingan 2:1:1. Selain itu, dapat juga digunakan pupuk lain asalkan perbandingannya diperhatikan. Pupuk diberikan di kiri dan kanan tanaman, kira-kira jaraknya 5 cm dari batang tanaman.
Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit yang menyerang tanaman bit yang ditemui tidaklah begitu serius. Hal ini bukan berarti tanaman itu tidak perlu dikontrol gangguan hama dan penyakitnya. Beberapa penyakit seperti bercak daun dan bercak hitam ternyata dapat merusak dan menurunkan hasil bit hingga cukup tinggi. Untuk itu, jika gejala penyakit ini terlihat hendaklah segera diberantas dengan fungisida. Beberapa hama yang suka pula pada pertanaman bit antara lain larva Pegomya hyoscyami yang mengisap jaringan daun tanaman. Hama ini bisa dikendalikan dengan insektisida. Sedangkan yang lebih sering dijumpai adalah rusaknya umbi bit sebagai akibat dari penyakit fisiologis, seperti black spot. Penyakit ini disebabkan kekurangan unsur boron.
Panen dan Pasca Panen
PEMANENAN Bit dapat dipanen pada umur 2,5-3 bulan setelah disebarkan. Panen ini dilakukan dengan cara umbi dicabut secara hati-hati, jangan sampai merusak umbi. Semakin tua tanaman, semakin banyak kandungan gulanya sehingga rasanya bertambah manis, begitu pula kadar vitamin Cnya makin tinggi. Akan tetapi, jika terlalu tua, umbinya menjadi agak keras (mengayu). Setelah dicabut, umbi lalu dibersihkan dan daunnya dipotong setengahnya agar tidak terjadi penguapan yang berlebihan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar